- Advertisement -

Bandel! Ditertibkan, PKL Mangkal Lagi

- Advertisement -

BATURAJA TIMUR – Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan dari atas mobil dinilai melanggar peraturan. Pasalnya, para pedagang yang berjualan di mobil tersebut mangkal di tugu batu Jl Jend Sudirman, Pasar Atas.

Padahal Plh Bupati OKU H Edward Candra meminta para pedagang untuk berjualan di dalam lingkungan pasar belum lama ini. “Pedagang hanya patuh saat diingatkan. Besoknya, sudah mangkal di tepi jalan lagi,” ujar Ida, salah satu pedagang di simpang Jln. Warsito, kemarin (21/4).

Menurut Ida, jumlah pedagang yang menggelar lapak di tepi jalan tidak berkurang. Padahal, pemerintah membolehkan jualan di dalam pasar.

“Memang dibatasi jualan di pasar sampai jam 6 pagi. Tapi kan cukup waktu jualan. Apalagi jualan dari tengah malam,” lanjutnya.

Sebenarnya, keberadaan pedagang ini tidak mengganggu pedagang kecil. Asalkan, para pedagang besar itu tidak menjual dagangannya secara ecera kepada pembeli.

“Mereka itu agen, tapi juga mengecer barang. Akhirnya yang benar-benar pengecer kebagian pelanggan sedikit, meski harga jualnya sama dengan pengecer di dalam pasar,” ujar Deni, pedagang sayur di lantai dua Pasar Atas.

Selama ini, para pedagang tidak masalah dengan kehadiran agen di Pasar Atas meski para agen sebenarnya mangkal di lapangan Korpri. Namun, karena mereka ikut berjualan secara mengecer, hal ini yang dinilai pedagang tidak adil.

“Silahkan mau dagang dengan catatan jadi agen. Jangan jadi agen tapi ia juga jadi pengecer. Habis pedagang yang mengecer barang,” ulasnya.

Dirinya berharap ada tindakan tegas dari pihak pemerintah. Sehingga ekonomi pasar berputar stabil.

Pantauan kemarin (21/4) pagi, para pedagang yang menggunakan roda empat diusir Satpol PP yang datang sekitar pukul 06.00 WIB. Selain melewati batas waktu jualan, pedagang yang berjualan di mobil juga menyalahi aturan.

“Kami (Sat Pol PP) tidak bisa mengusir. Para pedagang tahu kalau ini urusan dinas lain, bukan Sat Pol PP, ” ujar salah satu personil Satpol PP saat ditemui koran ini.

Kepala PD Pasar Unit Pasar Atas Emi Susanti SE mengatakan, para pedagang yang menggunakan kendaraan roda empat berjualan di luar wilayah Pasar Atas.

Unit pasar menyiapkann lahan untuk pedagang bermobil menggelar dagangannya di bagian tengah ruas Jln Warsito atau dari kantor lama Unit Pasar hingga Pegadaian.

“Untuk penerangan sudah memadai tapi untuk jualan tidak bisa sampai siang karena lahannya digunakan parkir,” tandasnya. (stf)

- Advertisement -

Gelanggang Sabung Ayam, Ditengah Permukiman Warga

MUARADUA – Keberadaan gelanggang atau lokasi sabung ayam yang berada ditengah permukiman warga mengakibatkan keresahan bagi warga sekitar.Diketahui,...

Sterilkan Zona Merah, Enos Kerahkan Pasukan

MARTAPURA – Bupati OKU Timur H Lanosin Hamzah ST atau yang biasa disapa Enos di hari pertama masuk kerja pasca hari raya...

Lima Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun

BUAY MADANG –Diduga karena ngerem mendadak, tiga kendaraan roda empat terlibat dan dua kendaraan roda dua kecelakaaan beruntun di Jalan raya Desa...
Latest news

Gelanggang Sabung Ayam, Ditengah Permukiman Warga

MUARADUA – Keberadaan gelanggang atau lokasi sabung ayam yang berada ditengah permukiman warga mengakibatkan keresahan bagi warga sekitar.Diketahui,...
- Advertisement -

Sterilkan Zona Merah, Enos Kerahkan Pasukan

MARTAPURA – Bupati OKU Timur H Lanosin Hamzah ST atau yang biasa disapa Enos di hari pertama masuk kerja pasca hari raya...

Lima Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun

BUAY MADANG –Diduga karena ngerem mendadak, tiga kendaraan roda empat terlibat dan dua kendaraan roda dua kecelakaaan beruntun di Jalan raya Desa...

Tak Kunjung di Perbaiki, Jalan Provinsi Nyaris Tertutup Longsor

SUNGAI ARE - Usai dilaksanakannya pengerasan pada jalan Provinsi penghubung Provinsi Sumsel menuju Bengkulu yang terletak di desa Sadau Jaya kecamatan Sungai...
- Advertisement -