- Advertisement -

Pembuat Mi Berformalin tak berdaya Ditangkap Polres OKU

- Advertisement -

BATURAJA TIMUR – Inspeksi mendadak (sidak) makanan dan minuman (makmin) di pasar kota Baturaja berbuntut panjang.

Pada sidak tersebut, petugas menemukan mi kuning yang mengandung formalin. Temuan ini pun menjadi dasar Polres OKU untuk memburu produsen mi berformalin tersebut.

Hasilnya, pada 21 April lalu, Unit Pidsus Satreskrim Polres OKU berhasil mengamankan Dedi Sunata. Pria 37 tahun yang merupakan warga RS Holindo, kecamatan Baturaja Timur ditetapkan sebagai pembuat dan pemasok mi kuning berformalin yang selama ini beredar di pasar kota Baturaja.

Kapolres OKU AKBP Arif H Ritonga, SIK. MH melalui Kasatreskrim Polres OKU AKP Priyatno, SH. SIK mengungkapkan Dedi ditangkap saat sedang memproduksi mi kuning di Jln A Yani, Kelurahan Kemelak Bindung Langit, Kecamatan Baturaja Timur.

“Dedi ditangkap di kontrakan tempat dia memproduksi mi kuning. Dari TKP, polisi mengamankan beberapa barang bukti mi kuning yang siap edar, bahan mentah, alat produksi, serta dua karyawan,” ungkap Priyatno, akhir pekan lalu.

Dikatakan Priyatno, Dedi sudah lama menggeluti usaha terlarang itu selama lima tahun terakhir. “Dalam sehari, ia bisa memproduksi hingga puluhan karung mi basah yang disuplai ke pasar kota Batutaja, baik Pasar Baru maupun Pasar Atas,” kata Priyatno.

Dari tempat produksi mi, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 6 bungkus mi basah, 1 karung umak mi, 3 karung gandum, 1 unit mesin pembuat mi, 1 botol formalin, dan beberapa barang bukti lainnya.

“Tersangka diamankan di Mapolres OKU dan dijerat dengan pasal 136 huruf (b) UU RI No.18 tahun 2012 tentang Pangan,” tutupnya.

Sementara itu Iwan, salah satu pekerja Dedi yang diamankan mengaku dirinya hanya pekerja harian di tempat Dedi. Menurutnya di tempat itu ada empat pekerja untuk memproduksi mi kuning.

“Saya dari Lubuk Linggau dan baru di sini. Saya menerima upah dari membuat mi. Saya di sini sejak awal puasa, tapi kalau Dedi memang sudah lama membuat mi kuning,” ucap Iwan.

Dikatakan Iwan, ia dan rekannya hanya diupah Rp15 ribu untuk hasil produksi satu karung kecil mi kuning. “Biasanya dalam sehari saya bisa membuat 6-8 karung mi siap jual,” pungkas Iwan. (lee/SEG)

- Advertisement -

Gelanggang Sabung Ayam, Ditengah Permukiman Warga

MUARADUA – Keberadaan gelanggang atau lokasi sabung ayam yang berada ditengah permukiman warga mengakibatkan keresahan bagi warga sekitar.Diketahui,...

Sterilkan Zona Merah, Enos Kerahkan Pasukan

MARTAPURA – Bupati OKU Timur H Lanosin Hamzah ST atau yang biasa disapa Enos di hari pertama masuk kerja pasca hari raya...

Lima Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun

BUAY MADANG –Diduga karena ngerem mendadak, tiga kendaraan roda empat terlibat dan dua kendaraan roda dua kecelakaaan beruntun di Jalan raya Desa...
Latest news

Gelanggang Sabung Ayam, Ditengah Permukiman Warga

MUARADUA – Keberadaan gelanggang atau lokasi sabung ayam yang berada ditengah permukiman warga mengakibatkan keresahan bagi warga sekitar.Diketahui,...
- Advertisement -

Sterilkan Zona Merah, Enos Kerahkan Pasukan

MARTAPURA – Bupati OKU Timur H Lanosin Hamzah ST atau yang biasa disapa Enos di hari pertama masuk kerja pasca hari raya...

Lima Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun

BUAY MADANG –Diduga karena ngerem mendadak, tiga kendaraan roda empat terlibat dan dua kendaraan roda dua kecelakaaan beruntun di Jalan raya Desa...

Tak Kunjung di Perbaiki, Jalan Provinsi Nyaris Tertutup Longsor

SUNGAI ARE - Usai dilaksanakannya pengerasan pada jalan Provinsi penghubung Provinsi Sumsel menuju Bengkulu yang terletak di desa Sadau Jaya kecamatan Sungai...
- Advertisement -